November 8, 2026

Gambar ; penampakan pada peta posisi Desa Selengot yang mesti dilintasi Kapal Bacong saat mengantar air tawar ke Desa tersebut.

Paser Kalimantan Timur;

Alur sungai Apar yang wajib dilewati setelah “jelajah” pada alur muara Petangis menuju dermaga PT BIM sebagai titik loading air tawar higienis yang dikirimkan ke desa Pantai diantara nya Labuangkallo dan Selengot terjeda hampir seminggu.

Kendala utama adalah ketinggian air sungai belum mendukung “memasuki periode konda” begitu warga menyebutnya – yakni kondisi kedalaman “surut” hingga tidak safety untuk lintas kapal berjalan muatan seperti kapal langganan Pemkab melalui Dinsod dengan kapasitas air dimobilisasi pada lambung kapal hingga 12.000 liter.

Komunikasi dengan Bacong pemilik kapal tadi mengacu pada pencermatan dan pengalaman dirinya jeda hingga ±3  hari kedepan. “Memperhatikan kondisi ketinggian air ,In-SyaaAllah Senin dan atau tepatnya Selasa”, informasi Bacong.

Dan PT BIM sendiri hari ini sedang loading CPO ke Kapal Ponton mereka hingga Minggu besok; sementara keberangkatan dari Dermaga juga menunggu ketinggian air sungai Apar meninggi dan aman untuk dilewati.

“Benar jadwal loading CPO serta menunggu bersahabat nya ketinggian air” sahut Ema Harmani Kabid Kebencanaan Dinsos Paser mengisyaratkan schedule loading bantuan  segera dilanjutkan saat ketinggian air telah aman.


Bagaimana desa Tanjung Aru terkait permintaan mereka untuk mendapatkan uluran bantuan Pemerintah Kabupaten Paser terkait keperluan layanan dasar air tawar higienis selayak yang di dapatkan selama ini oleh Labuangkallo dan selengot masih “sangat dihajatkan”, bagaimana pembahasan yang sempat mencuat pada rapat pekan silam masih menunggu “welas” pemimpin di pemerintahan untuk menujukan kongkrit pengiriman bantuan air bagi 7 RT – 800 KK dan ±.2.200 jiwa [P-5]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *