Penulis | Editor : IrmaJaya

Paser Kalimantan Timur;
Siapakah person yang “mendaftar” untuk berada pada bingkai hidrometeorologi heroes, indikator nya memiliki sense of the hidrometeorologi effect dimana salah satu dampaknya adalah kekeringan ekstrim sehingga terkhusus warga yang berdomisili di Desa Pesisir sangat terdampak.
Diujung telepon Kabid Kebencanaan Ema Hermani atas nama Pemkab Paser sedang berupaya untuk ‘to take the solution’ akan hajat besar warga Tanjung Aru dengan terkonsuludasi nya obstacle utama yakni Kapal pembawa supply air tawar tadi.
Sesungguhnya langkah ‘dwi tunggal’ Pimpinan Daerah Kabupaten Paser seluas ± 11.600 kilometer² dengan desa pantai sebagai wilayah teritorial yang membentang hingga ke wilayah PPU dan Sulawesi Barat bukanlah hal yang mudah untuk mengayominya.
Fahmi dan Ihwan dwi tunggal yang sedang mengemban amanah pada perjalanan pemerintahan nya dipicu fenomena El Nino ekstrem langsung menghadapi “cobaan” dan disitulah “the wisdom”keduanya di uji terkhusus bagaimana negara hadir ditengah fenomena alam dan atau bencana kekeringan yang melanda; panas ekstrem, hembusan angin, karhutla yang menunjukkan “taring”, tinggi nya gelombang laut adalah diantara tantangan hidrometeorologi ; belum lagi fiskal daerah juga turut “mengering”.
Menghadapi obstacle ini Fahmi memiliki pimpinan organisasi perangkat sebut saja Ruslan BPBD, Lukman “manager” Damkar, Hasanuddin dan Ema Hermani di Dinas Sosial dan seluruh personel yang setia stand by di TRC PB termasuk ORARI juga semua tim Darurat Karhurla di 10 Kecamatan adalah barisan yang bisa kita sebut sebagai “hidrometeorologi heroes” karena panggilan tanggung jawab terus melaksanakan tugas nya dengan segala keterbatasan.
Sinergitas potongan kata keren ; “royokan” kata ; a jumping word – yang sebenarnya adalah kultur bangsa Indonesia yang tidak boleh luntur – dan jangan bahkan terlarang memplesetkan nya menjadi ‘mens rea berjamaah’ ; mewujudkan apa yang menjadi hajat besar warga Tanjung Aru wajib di hantarkan dari diskusi menuju aksi jangan ‘tertular’ virus tono – talk only no action, opsi yang masih sepadan adalah “Last but not lease“.
Nah pada momentum Kesaktian Pancasila Kamis besok 1 oktober 2026 mari kita buktikan Pancasila sebagai ideologi Negara dan way of life , kita buktikan masih terjaga pada ruang “Kemanusiaan yang adil dan beradab”; dan Persatuan Indonesia dimana warga Tanjung Aru adalah Warga Negara ber KTP Kabupaten Paser yang wajib kita ayomi bersama.
Dorongan kebersamaan patut kita buat sebagai pelengkap referensi syair “Gebyar Gebyar” gubahan Gombloh: ” Indonesia merah darahku; putih tulangku; bersatu dalam semangat ku” ; ayo bersatu dengan tekad menghadirkan ujung selang air bersih higienis untuk 800 KK warga Tanjung Aru[P-5].