November 8, 2026

Penulis | Editor : IrmaJaya

Longikis Paser Kalimantan Timur,

Dari “katakan” Desember akibat pemutusan kontrak oleh Pemprov Kalimantan Timur terhadap kontraktor pelaksana pembangunan gedung bertingkat SMAN 3 Longikis, hingga tertunda nya ketika itu meninggalkan progress dibawah dan atau ± 20 persen saja.

Rencana bangunan 2 lantai menjadi lebih dari 6 ruang persegi empat bangunan untuk ruang belajar ditambah dengan utilitas kantor dan rencana penempatan perpustakaan tersebut dalam design yang sudah melewati proses “e-proc” tahapan pengadaan barang dan jasa di design dengan menelan biaya mendekati 25 milyar idr.

Menyisir pagu anggaran klas bangunan ditambah fasilitas bakal akan sangat “bagus serta berkualitas termegah” ; itulah membuat semangat stakeholder tokoh dan warga desa sempat berpenampilan “murung” ketika kelanjutan pekerjaan itu dihentikan.

Dan bukan itu saja; Agus Tosa anggota DPRD Paser “getol” mendorong sekaligus membangun komunikasi; tidak saja ke Kepada Plt Kadis Pendidikan Provinsi, juga kepada anggota DPRD Prov Kaltim perwakilan dapil Paser dan PPU ; lalu “mandek” nya kegiatan fisik pada “mandatory spending” tersebut singgah di meja Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Berharap saat mandeknya kelanjutan tadi segera didorong dan diselesaikan berbasis “instruksi dan wibawa” Gubernur -dan ternyata setelah 10 bulan berlalu baru muncul “seberkas cahaya” yang mengatakan kepada “dimulai” nya kegiatan fisik menghantarkan cita cita siswa dan siswi  bakal dan akan menikmati bangunan sekolah permanen yang “beraroma cat baru”.

“Sujud Sembah” Kepsek Jemain bersama dewan Guru sangatlah sederhana. “tolu lokal ka dile rampung,  apan kain wensut depo ruang klas mo iwa yde” – aksentuasi mengiba dalam bahasa Paser bermakna “3 lokal di bawah semoga bisa segera di selesaikan, agar bisa kami gunakan dan tentu untuk kegiatan belajar mengajar”,pinta Jemain berbahasa.

Mengutip “prediksi” rentang waktu untuk merampungkan bangunan 3 lokal di lantai dasar ditargetkan selesai dalam 75 hari – dituturkan Jemain kepada media Kandilo.com pagi ini.

Sementara Jum’at 25 September Armin Ka Diknas Provinsi melalui call  by Phone beberapa kali “tidak merespon” meski seluler pejabat tadi terlihat “online“. [P-5]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *