Penulis | Editor :IrmaJaya

Dinsos melalui Kabid Kebencanaan Ema Hermani ketika melaksanakan pemberian bantuan bahainkorban kebakaran ; juga mendeliver air bersih higienis bagi desa desa yang terdampak kekeringan-bukan “taken for granted” dalam.bentuk rutinitas namun muatan utama nya adalah menjalankan “misi kemanusiaan”.
Dinas Sosial dengan misi kemanusiaan tadi memberi signal bahwa disetiap “jerit” warga , negara hadir melalui Pemerintah Kabupaten Paser menjawab jeritan dan keterampilan mereka sehingga menjaga “trust” warga kepada Pemerintah.
“Hari ini kami mengantarkan air tawar ke Pulau Rantau dan sebelumnya berkesempatan mengantarkan bantuan bagi keluarga yang “rumahnya terbakar”, jawab Ema kepada media Kandilo.com
Maka Ketika santunan korban kebakaran dan dropping air tawar ke desa-desa berlangsung berulang, jangan sampai pelayanan kemanusiaan itu diperlakukan sebagai sesuatu yang taken for granted ; seolah cukup dilakukan karena memang sudah menjadi menu rutin pemerintah ; karena atensi tersebut adalah bentuk tanggung jawab bersama negara melalui Dinas Sosial Kabupaten Paser.
Sebagaimana telah di publish media ini tanggung jawab Pemerintah Daerah terus berupaya menjembatani “disparitas” layanan dasar bagi warga ; Dinsos tidak hanya bergerak ke desa desa yang terjangkau moda transportasi darat, namun telah dan melanjutkan tugas layanan dasar bagi desa desa pesisir pantai[P-5].