Penulis | Editor : IrmaJaya

Paser Kalimantan Timur;
Pemkab Paser secara konsisten dan sustainable berupaya hadir ditengah krisis air tawar higienis kesejumlah desa termasuk baru bisa menjangkau 2 desa pantai yakni Labuangkallo dan Selengot yang keseluruhan nya ber penghuni ± 615 KK.
Adapun wilayah dimana unit tangki air Dinsos Paser tekah menjangkau ; Desa Sei Tuak, Pepara ( terlihat pada tampilan gambar) ,Rantau Panjang , Damit, Bekoso Lempesu, bahkan hingga Sungai Langir.
Ka Dinsos Hasanuddin melalui Kabag Kebencanaan Ema Hermani hampir tanpa jeda setiap hari bergerak men droping air ke pelosok, selayak itu pula yang dikerjakan oleh PDAM di Kecamatan semisal PDAM Longkali yang terpantau media Kandilo.com juga aktif mendistribusikan air minum ke wilayah Desa yang kritis air bersih.
Tanjung Aru;
Pantauan media, minggu lalu Dinsos telah berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk merencanakan droping air tawar higienis yang sangat diperlukan 897 KK sedikitnya 2.200 jiwa disana.
Kendala utama saat ini bukan lagi pada “Kesiapaan Dinsos”, namun terkendala pada Kapal berkapasitas yang layak serta memenuhi standard keselamatan untuk menuju Tanjung Aru dengan memperhatikan hembusan angin kencang serta fenomena gelombang tinggi.
Standard ukuran kapal tekah didapatkan, namun masih pada tahap “general service” dimana Ilham masih melakukan perbaikan ; dengan maksud ketika dioprasikan terjamin keamanan dan keselamatannya.
Halangan tadi sangat benar , namun disisi lain warga desa Tanjung Aru sedang menghadapi krisis ketersediaan air tawar, yang akibat dampak kekeringan panjang menjadi kebutuhan dasar yang menuntut perhatian dan percepatan akan hadirnya air tawar higienis yang sudah ± 19 hari dihajatkan untuk dijadikan fokus percepatan pemberian layanan, dimana Pemerintah Kabupaten Paser Kalimantan Timur wajib dirasakan peran serta uluran bantuan sesegera nya.
Untuk sentuhan bantuan air higienis ke desa tersebut diharapkan dijadikan sentuhan kemanusiaan prioritas, karena ketika rencana telah terkomunikasi, maka langkah aksi yang mesti di segerakan bahkan melalui transportasi darat sekalipun [P-5]