November 8, 2026

Penulis | Editor : IrmaJaya

Longkali Paser Kalimantan Timur;

Intensitas Karhutla membuat “merinding” terkhusus kejadian di Desa Muara Adang 2 sebagaimana di informasikan Ani salah seorang Ibu rumah tangga lentikan api terus muncul siang dan malam hingga warga terus berjaga karena yang disasar api tadi kebanyakan kebun sawit warga.

Dilaporkan Kades Sumardja kepada media online Kandilo.com bahwa secara sporadis api bermunculan di wilayah Pertanian dan Perkebunan dengan komoditas Kelapa Sawit. “Kebakaran sudah sejak hari Senin dan dihari ini lewat upaya intensif Tim Karhutla sudah padam” , urai Sumardja.

Kapolsek Abdi Kasman pada tkk Muara Adang 2 menugaskan Sudarmanto, sedangkan Danramil Longkali Kapten Inf Tabri menugaskan Danil. “Pendukung tim Karhutla baik dari Polsek dan Koramil atas kejadian tkk di Miara Adang 2 semuanya bahu membahu membantu di desa kami”, urai Sumardja.

Pada kesempatan awal kemarau desa Muara Adang 2 sudah mulai terdampak kekeringan,  bahkan kesepakatan bersama warga Sumardja mendatangkan tangki air dari Longkali milik swasta , dengan cara itu warga mendapatkan air tawar hanya “berbayar”.

Bagi warga Muara Adang 2 , hal tersebut tidak dipersoalkan. “Yang penting kami mendapatkan air tawar higienis” , sahut Sumardja menjawab media Kandilo.com.

Meski kemarau masih berlangsung,  keluhan tentang kekeringan air belum berakhir,  namun ketenangan warga Kecamatan Longkali karena Camat Marwan Asri terus memantau warganya, dipastikan bagi wilayah terdampak langsung di handling Camat dengan mengirimkan air tawar higienis dari PDAM Longkali.

“Saat ini aman ,kami mendapatkan droping air  PDAM Longkali,  terimakasih Bapak Camat”  pungkas Sumardja[P-5].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *