November 8, 2026

QRU QSY Drs.Sudirman |Editor :IrmaJaya

Paser Kalimantan Timur;


Hanya berselang dalam hitungan jam, fenomena di Pepara ,Lori dan IPI masing-masing berurutan Kecamatan Tanah Grogot,  dan 2 titik api diKecamatan Tanjung Harapan berulang ulang tkk yang sudah dinyatakan padam “menyala lagi” – dan sore menjelang waktu magrib TRC.PB dikejutkan dengan membaranya sekeliling sirkuit GOR.

Sementara dugaan karena terik meninggi dan hembusan angin kekuatannya makin meningkatkan; dari referensi dikutip media Kandilo.com; dimana fenomena El Nino bertemu dengan IOD ,yakni Indian Ocean Dipole yang sebenarnya dari pengamatan BMKG ,  IOD mulai membawa muatan basah yang sejatinya membantu proses turunnya hujan,  namun karena berbenturan dengan El Nino yang makin kering , maka muatan basah tadi ter reduksi.menjadi sangat berkurang- dan itu lah yang membawa rentang kemarau ini makin panjang.

Kawasan sirkuit di lingkungan  GOR di terjuni oleh 2 tim TRC sekaligus, seperti terlihat pada tampilan gambar nyala api benar benar melebar pada sisi sirkuit seakan berwujud “pagar dari api”, mempertimbangkan kondisi itu lah maka beralasan hingga 2 tim penuh diterjunkan untuk berupaya maksimal menjinakkan serangan api tadi.

Kepadatan dan tantangan itulah membuat Ketua Korlap yang juga Kepala BPBD Ruslan MM secara reguler dengan jarak waktu relatif singkat selalu memperhatikan kondisi kesehatan tim damkar. “Zero tolerance,  disetiap jeda penugasan mereka wajib dan harus mau di periksa kondisi ke stabilitas fisik oleh tim kesehatan” pungkas Ruslan[P-5]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *